SISTEM GEOPORTAL INFORMASI PELAYANAN KEBERSIHAN BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS KOTA MAKASSAR) Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Muhammad Faisal

Abstract

Suatu lingkungan yang bersih adalah dambaan bagi setiap warga di masyarakat, demikian pula pada sebuah Kota. Kota yang bersih tidaklah mudah diwujudkan apabila tidak dibarengi dengan kerjasamadiantara semua pihak yaitu pemerintah dan warga masyarakat, untuk menjaga kebersihan Kota.Maka salah satu solusi yang penulis coba tawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, adalah sebuah konsep kebersihan Kota berbasis masyarakat melalui peningkatan partisipasi masyarakat dan sikap cepat tanggap/responsif pengelola layanan kebersihan dalam melakukan monitoring/pengawasan dan koordinasi kebersihan lingkungan kota dengan membuat sebuah media komunikasi sistem geoportal informasi pelayanan kebersihan kota makassar berbasis masyarakat. Konsep sistem yang penulis usulkan adalah dengan konsep pengelolaan layanan kebersihan berbasis masyarakat yang melibatkan dua komponen yaitu komponen masyarakat sebagai pemberi laporan atau aduan titik lokasi sampah, dan komponen admin/pengelola sistemsebagai pemberi tanggapan dan jawaban atas aduan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistem geoportal informasi pelayanan kebersihan kota makassar berbasis masyarakat, dari pengujian dalam waktu satu minggu sejak sistem diluncurkan didapat total pengunjung dan jumlah laporan terus meningkat, laporan ini memperlihatkan antusias masyarakat terhadap sistem geoportal untuk informasi pelayanan kebersihan kota Makassar.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Muhammad Faisal. (1). SISTEM GEOPORTAL INFORMASI PELAYANAN KEBERSIHAN BERBASIS MASYARAKAT. Jurnal Informatika Progres, 7(2), 61-69. https://doi.org/10.56708/progres.v7i2.55

References

[1] Aisyah, A. (2013). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Masyarakat Di Rt 50 Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Tinjauan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah). Jurnal Beraja Niti, 2(12).
[2] Johanto, A. (2012). Pengaruh Kondisi Sosial dan Pengetahuan Lingkungan Ibu-Ibu Rumah Tangga terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. SKRIPSI Jurusan Geografi-Fakultas Ilmu Sosial UM.
[3] Lukman, H., Enri Damanhuri. (no year). Studi Mengenai Partisipasi Masyarakat Pada Pengelolaan Sampah (Studi Kasus: Rw 13 Dan Rw 14 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung). Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
[4] Mulasari, S. A., Husodo, A. H., &Muhadjir, N. (2014). Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah Domestik. Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(8).
[5] Pitoyo, C. 2001. Studi Komposisi Sampah Perkotaan Pada Tingkat Rumah Tangga di kota Depok.
[6] Roger S. Pressman, Ph.D., 2010. Rekayasa Perangkat Lunak, Penerbit Andi. Yogyakarta.
[7] Yuliastuti, I.A.N. 2013. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Badung. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.